oleh

Berita TNI: Musholla Al Karim, Hadiah Purna Tugas Satgas Yonif 133/YS untuk Warga Perbatasan (MPI)

Badau – Musholla Al Karim di Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, merupakan salah satu bukti dari Kemanunggalan TNI-Rakyat di wilayah perbatasan. Karena pembangunan rumah ibadah ummat Islam ini dikerjakan secara swadaya oleh personel Satgas Yonif 133/YS dengan dibantu warga setempat.Demikian keterangan tertulis Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 133/YS, Letkol Inf Hendra Cipta, SSos, dari Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (5/9/2020).Terwujudnya pembangunan musholla ini, kata Letkol Hendra, merupakan buah dari niat tulus dan ikhlas personel Pos Perumbang SSK 1 Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 133/YS sejak pertama kali menginjakkan kaki di wilayah perbatasan, khususnya di Dusun Perumbang, Desa Kekurak.“Saat pertama kali datang, personel Pos Perumbang langsung merencakan pembangunan musholla. Niat ini didasari karena belum ada satupun rumah ibadah untuk ummat Islam di wilayah sekitar,” ucap Letkol Hendra.Rencana pembangunan musholla tidak serta merta langsung dikerjakan. Personel Pos Perumbang terlebih dulu melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan para tokoh di masyarakat desa setempat.Setelah mendapat restu dari Kepala Desa Kekurak, DJ Jangguk, Pati Desa Kekurak, Jawi, Ketua Adat Desa Kekurak, Kaliyanus Minggang, dan tokoh masyarakat Desa Kekurak, Suyono, maka rencana pembangunan Musholla Al Karim pun disusun sekitar bulan Juli 2020.”Kegiatan pembangunan musholla dilakukan secara bertahap yang dimulai sejak 7 Agustus silam hingga sekarang,” terang Letkol Hendra.Saat ini, lanjut Abituren Akmil 2002 itu, progres pembangunan Musholla Al Karim sudah mendekati rampung. Hanya tinggal beberapa bagian saja, seperti pemasangan kubah dan atap serta pengecatan dinding yang masih dikebut penyelesainnya.”Mudah-mudahan, menjelang purna tugas Satgas Yonif 133/YS sebagai pasukan pengamanan perbatasan, maka Musholla Al Karim ini sudah selesai 100 persen, sehingga akan bisa dijadikan monumental kenang-kenangan untuk warga setempat,” pungkas Hendra.Sumber: Pen Yonif 133/YS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed