Seminar Tol Laut, Mustar Labolo “Tol Laut Diharapkan Mampu Mengangkat Nama Daerah”

SURABAYA, JAWA TIMUR, mediapatriot.co.id_Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim, melalui Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo, saat seminar Tol Laut yang mengangkat tajuk Melanjutkan Konektivitas, Membuka Jalur Logistik dan Menekan Disparitas Harga Barang, Senin (04/02), mengungkapkan pihaknya sangat mendukung program Tol Laut dan berharap tol laut mampu mengangkat nama daerah ke manca daerah.

Ia mencontohkan, Kabupaten Banggai merupakan salah satu daerah penghasil dan pengekspor hasil laut terbesar di Indonesia. Salah satunya Octopus yang diekspor hingga ke Amerika. Namun, ketika tiba di Amerika nama daerah pengekspor berubah menjadi Kota Surabaya bukan Kabupaten Banggai atau Kota Luwuk.

“Hal itu seperti iklan susu, susu sapi tapi nona punya nama, karena susu sapi cap nona. Yang dipertanyakan susu nona cap sapi yang belum ada. Hal ini supaya nama kami didaerah juga terangkat, itu yang perlu. Dengan adanya tol laut diharapkan mampu mengangkat nama daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut Mustar mengatakan, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), biaya kontener termahal itu berada di Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai. Padahal Kabupaten Banggai merupakan daerah pengekspor.

Mustar menguraikan dalam sebulan jumlah kontainer dari Kabupaten Banggai mencapai hingga 300 kontener yang didistribusikan oleh PT Tanto, PT Meratus dan PT Mentari dengan estimasi biaya 12 juta per kontener. Dengan adanya tol laut yang khusus dari Kota Luwuk ke Kota Surabaya diharapkan mampu menekan biaya hingga 4 juta per kontener.

“Seperti uji coba kemarin, biaya pengiriman hasil laut baik segar maupun beku ke Kota Bitung yang biasanya 12 juta perkontener dengan adanya tol laut menjadi 2,9 juta perkontener. Ini sudah sangat membantu para nelayan dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Hal serupa diharapkan bisa dirasakan juga oleh bidang lain. Khususnya untuk distribusi logistik bisa 4 juta perkonteiner itu sudah lumayan,” tambahnya.

Mustar juga mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banggai pada tahun 2016 merupakan pertumbuhan tertinggi se-Indonesia dengan 37 persen. Namun saat ini mengalami penurunan dikarenakan beberapa item belum bisa diekspor dan hanya mencapai 18 persen.

“Kami perlu dibuka konektivitas untuk jalur logistik dan menekan disparitas harga. Itu penting bagi kami yang berada diwilayah timur Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terus berupaya meningkatkan efektivitas program tol laut guna mendorong konektivitas dan menekan disparitas harga di wilayah timur Indonesia. Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Pada seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2019 dilaksanakan diruang makan Kapal KM Dorolonda, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ini Budi menyampaikan bahwa Kemenhub telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program tol laut yang menjadi amanah dari Presiden Joko Widodo.

“Hingga saat ini Tol laut mampu menekan disparitas harga 15-20 persen. Memang masih ada masalah dalam pelaksanaannya yaitu terkait muatan balik. Untuk itulah, saya juga mendorong pihak terkait untuk berperan aktif dalam mengoptimalkan muatan balik tol laut,” ujar Budi.

Budi menyatakan upaya pemerintah dalam mendorong program tol laut tak hanya pada port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen).

“Hal ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di daerah yang dilewati Tol Laut benar-benar merasakan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Budi juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi peningkatan handling peti kemas. Diantaranya, menyiapkan teknologi informasi atau digitalisasi dalam mendukung proses pengangkutan laut untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut yang efektif dan transparan.

“Misalnya nanti akan ada sistem Dashboard digital yang dikembangkan untuk menawarkan produk, misalnya beras, ke beberapa titik sehingga para pedagang kecil bisa langsung membeli dan memasarkan. Begitu juga ikan misalnya dapat langsung dibeli oleh konsumen sehingga nelayan langsung memperoleh manfaat harga dan mempersingkat rantai bisnis,” tutup Budi.

Dalam seminar nasional tol laut yang menghadirkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Staf Ahli Menteri KKP Arya Anggono, Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Vini Murfiani, sebagai nara sumber ini juga dilakukan beberapa penandatangan komitmen pihak terkait dalam mendukung program tol laut.

Diantaranya penandatanganan MOU meringankan tarif jasa pelabuhan antara Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub dengan Pelindo, penandatanganan penyerahan pengoperasian kapal Logistik Kendhaga Nusantara 3 dari Ditjen Hubla Kemenhub kepada PT Djakarta Lloyd, penandatanganan penyerahan pengoperasian kapal perintis KM Sabuk Nusantara 92 dari Ditjen Hubla Kemenhub kepada PT Pelni.

Selain itu, juga digelar Deklarasi Doloronda yang ditandatangani seluruh stakholder untuk mendukung optimalisasi program tol laut.

Deklarasi Dorolonda berisikan lima point. Yakni melakukan digitalisasi proses dan sistem pengangkutan laut menjadi lebih efektif, efisien dan transparan; Melakukan sosialisasi keberadaan tol laut secara kreatif kepada daerah-daerah jalur tol laut; Meningkatkan kualitas pelayanan dan mereduksi tarif bongkar muat pelabuhan; Pemetaan ulang dan lanjutan dari konsep tol laut dari pemerintah, swasta dan pemda yang dilalui tol laut; dan memperhatikan pelayaran rakyat sehingga mereka menjadi bagian simpul tol laut.(dewi)

Related posts

Leave a Comment